berhenti.
langkah kaki ini memang harus
berhenti menujumu.
kamu benar-benar bukan takdirku.
terimakasih.
rasa sakit ini 'akan' membuatku kuat.
kamu.
pergilah.
Banjaran, 17 februari 2013
*dibuat tak sampai 5 menit*
berhenti.
langkah kaki ini memang harus
berhenti menujumu.
kamu benar-benar bukan takdirku.
terimakasih.
rasa sakit ini 'akan' membuatku kuat.
kamu.
pergilah.
Banjaran, 17 februari 2013
*dibuat tak sampai 5 menit*
Ceritanya aku bikin puisi kan ya. Trus di upload ke Komunitas Bisa Menulis. Nah disana, puisiku dikomentari sama seseorang yang bernama Rikka Rakhmasari. Jadilah puisi berbalas. Padahal isinya mah curhatan dalam bentuk lain. Modus. Hehe
Isinya?
Masih tentang kamu yang kembali.
Aku menunggumu disini.
Tapi kemudian? Ah entahlah, takdirNya emang selalu penuh kejutan.
Aku:
pada setiap rasa yang selalu mengarah padamu
pada setiap suara yang teringat
padamu jua
aku bisa apa?
pada setiap halangan yg tak mempertemukan kita
pada setiap masalah yg akhirnya memisahkan kita,
aku bisa apa?!
aku + kamu tidak sama dengan kita?
pada setiap sesakku saat
mengenangmu, aku bisa apa?
Aku mencintaimu.
percuma!
hanya sesak di dada
tak ada nyali tuk ungkapkan.
aku bisa apa?
membatu?
Teh Rikka:
padamu aku terpaku,
menatap sempurnanya ciptaan sang Khalik yang tak bisa ku jamah.
Padaku kau beri rasa,
Rasa yang aku sendiri masih
meraba dalam pekatnya,
cintakah,
sayangkah
atau mungkin kebencian,
entahlah ...
Padamu aku titipkan,
sebait asa yang suatu hari nanti kan menentukan arahnya,
Arah hidup kita.
Aku, kamu, mungkin tidak akan menjadi kita,
Namun yang pasti,
Benang merah ini tak akan menjadi putih.
Aku:
ku kira denganmu hanya tinggal
melanjutkan.
ku kira tak perlu ku
jelaskan siapa diriku, sifatku dan
segala macam kekuranganku
ku kira,
denganmu aku bisa berjalan sempurna.
oh tidak sempurna, tapi saling
menyempurnakan.
ya, denganmu.
kira ku.
Nyatanya?
Aku harus berjalan
dengan yang lain.
Bukan denganmu??
Mulai smua dari awal
memperkenalkan, memahami lagi,, dari awal
Takutku, bersamanya.
Kenapa aku terus membandingkannya
denganmu?
Bukankah, aku dan kamu
tidak sama dengan kita kan?
Teh Rikka:
tersenyumlah,
dan biarkan kau dan aku
menjadi kita
Dalam dunia dimana hanya
jiwa kau dan aku yang memahaminya.
Kau, aku, kita sama mengira,
Tapi ternyata kau dan aku telah menjadi kita
tanpa pernah kita sadari.
Banjaran, 28 Januari 2014
Komunitas Bisa Menulis
Bye: RRS
Jum'at, 24 Januari 2014
Selalu demikian.
Sejak setaun yang lalu.
Hingga detik ini.
Selalu tidak tepat waktu.
Apa ini yang dimaksud dengan cinta tak harus memiliki?
aku lagi-lagi harus berdamai dengan takdir yg ga sesuai prediksi?
Apa kamu memang benar-benar bukan takdirku?
Harapan harapan yang bukan timbul dari dirimu.
Keadaan yang menimbulkan harapan-harapan padaku.
Orang-orang sekitar yang menimbulkan pengharapanku tertuju padamu.
Ketidaksengajaan yang menimbulkan harapan-harapan padaku.
Ketidaksengajaan?
Haha.. Bukankah semua sudah ada takdirNya?
Setelah taun kemarin, hati kita pernah terpaut pada yang lain.
Tiba-tiba kamu datang.
Ya, Tiba-tiba.
Cinta lama belum selesai?
Dan kamu meruntuhkan semua pertahanan yang ku buat.
Tak bisa ku pungkiri.
Harapan itu muncul lagi.
Tapi aku terlalu takut untuk berharap padamu.
Ku tepis semua rasa itu,
Aku hanya tak ingin berharap terlalu besar.
Sebelum semua terlambat: "aku pernah mencintaimu kemarin, dan ternyata rasa itu belum padam. terimakasih."
Percuma, aku hanya berani lewat tulisan.
Pengecut!
Note: sebulan lebih nunggu-nunggu kesimpulan kita. Trimakasih untuk kedatangannya. Aku benar2 takut untuk berharap padamu.
Tidakkah kamu menyadarinya?
Ku pikir kamu tak terlalu bodoh untuk memahami hatiku dari gesture serta tatapan mataku.
Ku pikir kamu mengerti?
Apa kamu tak percaya pada dirimu sendiri?
Kenapa belok lagi?
Ahh..
Aku hanya tak ingin membenci.
Mari mencari pembenarannya.
Barangkali memang kamu tak paham?
Barangkali memang kamu tak siap?
Barangkali memang kamu paham tapi terlalu takut?
Barangkali memang tak ada cabang yang mengarah kepadaku?
Barangkali memang tak sedikitpun kamu menoleh kepadaku?
Ahhh...
Aku hanya tak ingin membenci.
Berbahagialah disana.
Semoga ini terakhir kalinya aku menulis tentangmu.
Banjaran, 8 November 2013
Hari ini super sekali
Keadaan hati udah kaya naik roaller coaster aja. Naik, turun, diputer, jungkir, naik lagi turun lagi ngalenyap lagi. Heheh
Allah emang Maha Membolak balikkan hati.
Hari ini ada 2 undangan pernikahan.
Pak hendra. And adiknya bu heti.
Di undangan bu heti, aku dapat kabar yang bikin lemes sekujur tubuhku ini.
Tentang kamu. Ya kamu yang belakangan ada di mimpi aku. Zzzz
Alhamdulillah. Aku harus tetep bilang alhamdulillah. Harus :)
Alhamdulillah 'alaa kulli haal.
Sampe sekolah rasanya males ngapa-ngapain. Efek lemes nya masih kerasa.
Bahkan ada sesi nangis nya segala hahaha pret bgt lah asli na.
Maaf Ya Allah..
Banyak bgt PR hambaMu ini.
Hamba harus menata ulang hati ini.
Qodaralloh gak jadi ke uleman pak hendra. Sesegera mungkin aku pulang ke rumah.
Sampe di rumah, aku diskusi dengan ayahku tercinta.
Tentang banyak hal.
Sampai pada pembahasan "pak, kayanya aku pengen resign deh"
"kenapa? Udah bosan ngajar?" jawab bapak
"nggak. Sayang bgt malah sama anak-anak. Tapii....." kemudian curhat pun panjaaaaang sekali
Bicara pelan pelan sama ayahku enak banget. Pake hati. Nenangin.
"manusiawi emang kalo gitu. Dan kamu lagi ada di titik jenuh. Bosan dengan rutinitas yang ada. Ayo banyak dzikir, banyak bersyukur, banyak denger ceramah biar hati gak gersang." komen beliau
Hampa pak. Aku merasa gak jadi penyemangat buat orang lagi. Batinku.
Kemudian ayahku mengajak kami sekeluarga jalan-jalan sore ke pameran.
Di sana, aku ketemu sama Ayu 7c.
"ibuuuuuu.....!" seru nya sambil sun tangan padaku
Rasanya liat senyum anak itu bikin hati terenyuh.
Dia adalah salah satu anak yang selalu bilang menunggu nunggu pelajaran saya tiap minggunya.
Ahhh anak itu.
Tiba tiba air mata menggenang di kelopak mataku.
Tak kubiarkan menetes.
Maju sedikit lagi, aku lihat dari kejauhan ada mamah halim dan mamah ido sedang menunggu anaknya yang naik kincir.
Oh my god! Halim! Ido!
Ngeliat keceriaan mereka makin ga kuat buat nahan air mata yg menggenang.
Ku biarkan air mata itu jatuh.
Kebetulan saat itu sedang turun hujan.
Kebetulan?
Ya Allah semua telah Engkau takdirkan bukan? :)
Ngeliat ayu, ngeliat halim, ngeliat ido, disms aries.. Kemudian membuatku berpikir kalo aku jahat banget krn sempat berpikir untuk resign.
Aku teramat cinta pada mereka.
Mereka masih membutuhkan senyumku.
Terimakasih Ya Allah
Terimakasih Ayahku
Hari ini luar biasa
Meskipun korbannya adikku yg paling kecil harus mengalami kecelakaan di mesjid saat mau sholat maghrib. Syafakalloh dek. :))
Dan kamu. Pergilah. Saya mau belajar ikhlas in syaa Allah.
Aku mencintaimu
Walau aku tak beri tau mu
Dari semenjak dulu
Cinta itu telah lama lahir
Sajak dan bait begitu mengalir
Tuntun penaku menulis tentangmu
Ini rahasia
Semakin tak kuat aku menyimpannya
Terlebih ada kamu
Rahasia terdalam di hatiku
Yang kan aku bilang
Bila tiba waktunya
A song by Vania Larissa
Siapapun #kamu, semoga kita dipertemukan di jalanNya, dengan petunjukNya dan di bawah ridhoNya.
Siapapun #kamu, semoga pertemuan kita nanti semakin membuat keimanan dan ketaatan kita padaNya bertambah
Siapapun #kamu, semoga bukan karena 'apa' kita jatuh cinta. Tapi karena 'siapa' kita bisa saling mencintai.
Siapapun #kamu, sungguh aku malu jika kita bertemu namun aku belum siap dan pantas untukmu. Maka bersabarlah..
Hai calon pangeran surgaku, semoga saat ini kamu sedang berusaha menjemputku dengan usaha dan doa terbaik.
Tidakkah ini menyenangkan, menunggu janjiNya yang tak pernah ingkar, dalam keikhlasan dan ketaatan?
Tidakkah ini mendebarkan, menuggu waktu pilihanNya sembari mengisi hari hari sambil terus memantaskan diri?
Tidakkah ini mengharukan, menunggu keputusan terbaikNya dengan menjaga diri dam hati dari semua yang belum pasti?
Mungkin sekarang kakimu melangkah ke tempat lain, kakiku menuju tempat yang lain, tapi nanti hati kita dan langkah kita akan beriringan bersama.
#luluiii