Tampilkan postingan dengan label cabang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cabang. Tampilkan semua postingan

Jumat, 08 November 2013

Semoga ini yang terakhir

Tidakkah kamu menyadarinya?
Ku pikir kamu tak terlalu bodoh untuk memahami hatiku dari gesture serta tatapan mataku.
Ku pikir kamu mengerti?
Apa kamu tak percaya pada dirimu sendiri?
Kenapa belok lagi?

Ahh..
Aku hanya tak ingin membenci.

Mari mencari pembenarannya.
Barangkali memang kamu tak paham?
Barangkali memang kamu tak siap?
Barangkali memang kamu paham tapi terlalu takut?
Barangkali memang tak ada cabang yang mengarah kepadaku?
Barangkali memang tak sedikitpun kamu menoleh kepadaku?

Ahhh...
Aku hanya tak ingin membenci.

Berbahagialah disana.
Semoga ini terakhir kalinya aku menulis tentangmu.

Banjaran, 8 November 2013

Sabtu, 19 Oktober 2013

Tiba-tiba




Rasa itu muncul lagi
Sempat terkubur karena orang lain
Dan berlalu pula karena orang lain
Ternyata, sementara.

Ku pikir ia terkubur
Ternyata tak sempurna

Rasa itu muncul lagi
Bukan padanya
Tapi padamu.
Masih sama
Seperti kemarin.

Ya..
Pada ranting yang terus bercabang.
Ku pangkas.
Ku hancurkan.
Tapi akarnya masih sempurna.

Ternyata,
Daunnya berguguran.
Rantingnya patah,
Tapi akarnya tetap kokoh
Dan menancap dengan kuat.
(Beuuuuh)

Aku merindukanmu
Tiba-tiba.


Banjaran, 11 Oktober 2013



Tanyaku..





Hatimu seperti ranting
Bercabang,
Bercabang,
dan terus bercabang


Dan dari sekian banyak cabang itu,
Tak juga ku dapati jawaban:
Adakah cabang yang mengarah kepadaku?



Banjaran, Juli 2013