Jumat, 31 Agustus 2012

?


saya gengsian. sangat.
untuk sekedar bilang "kangen juga" secara langsung pun berat. era.
bukannya sombong. tapi bingung harus mulai darimana.
kadang lewat tulisan seseorang bisa lebih jujur. pengecut? katakanlah demikian.




kembali saja ke goa. jangan dipupuk terus.. aku sadar kok :)

Minggu, 26 Agustus 2012

Neraca Itu!

Berawal dari rasa penasaran, kenapa beberapa orang bilang kalo aku kurusan. Senang sih. tapi kok jadi penasaran beratku berapa kg? hehehe.

Tadi pagi akupun mendatangi rumah saudara. Sekedar untuk menginjakkan kaki pada sebuah kotak berangka tersebut. Timbangan.

Jerejeeeeeeeeeeeeeng!!
48Kg!!
Peot sekali.. -____-
Seumur-umur dari SMA, aku belum pernah berat 48kg. Selalu antara 50-54kg. Paling sering 52kg.

Dulu, ingin turun jadi 50kg tuh susah banget. Eh tadi pagi ditimbang, 48kg. Gila. Hahaa.

Trus kemarin aku ditensi sama teman aku yang bidan, tekanan darah aku 80 masa? Rendah banget.
Ini gak baleg!
Ini gak betul!
Aku strees!




Get well soon ya, Rya!

Jumat, 24 Agustus 2012

merefresh hobi


Aku punya aktifitas baru sekarang. aktifitas yang diisi buat ngisi "kekosongan" sementara ini. hehe. Daripada buka twitter galau, buka fb galau kan? Wkwk. Ampun dah, aku di twitter ngerasa kesepian bgt. Gak ada yang bisa diajak bercanda lagi ah. Udah punya mainan sendiri-sendiri. Jadi berusaha ngobatin kesepiannya ya sendiri juga lah. Gak mungkin cerita mlulu ke orang lain. Kasian , boseneun. Hehe.

terinspirasi saat nonton iklan di tv nih. Jadi wktu itu gak sengaja liat Al-Quran yg ada e-pen nya gitu. Keren bgt. itu pulpennya dipake buat nunjuk, maka bakalan ada suara yang ngaji. Kita dibimbing gimana Quro nya gitu. Aaaah pengeeeeen.

Nah karena liat iklan itu tuh aku jadi terinspirasi. sekarang, tiap abis magrib suka sengaja buka laptop. Udah gitu denger tilawah Quran. Kebetulan dulu pernah dikasih Mp3 se-Al-Quran. sementara diputar tilawah Qurannya, aku sendiri pegang Al-Quran dan mengikuti pelan2. Aku selama ini baca Quran tp cuma bisa tajwidnya doang, gak pake quro. hihi. Enak deh, adem bener.
minimal sehari 1 surat dehh. diputarnya 2x. Putaran pertama, aku ikut ngaji. Putaran kedua, aku baca terjemahannya. Sadaaaap. Semoga Istiqomah dan gak cepat bosenan :)

selain aktifitas itu yah, aku sekarang lagi seneng nulis. Eh bukan nulis deng, ngetik kayanya. Haha.

Awalnya sih karena lagi beres-beres kamar. eh, nemu buku tulis jaman SMA. Pas dibuka, isinya cerpen karyaku sendiri. duh, jadi kepikiran buat diposting di blog euy hhe.

Aku baca deh tu cerpen. Isinya? Wakakakakak.. Alay bangeeeet. Kisahnya sih ya kisah anak SMA, cicintaan gitu.

jadi sekitar kelas 1 SMA, guru Bhs Indonesiaku menugaskan siswanya untuk mencari cerpen dan dikumpulkan. Saat itu, semua teman berlomba-lomba mencari di Internet. Eh, aku? Aku dengan sok iyeh, nulis cerpen sendiri, diketik sendiri, di print kemudian dikumpulkan. Naskahnya wktu itu dipinjam sama kiki buat dibaca, tapi sekarang belum dikembalikan, ilang kayanya. Haha. Dan sampe detik inipun, aku gak ingat isi cerpen itu apa dan bagaimana.

Yang pasti satu hal, setelah bikin cerpen itu, aku ketagihan nulis lagi. Dan kemudian, akhirnya aku menulis lagi sekitar 2 cerpen di buku itu, dan 1 cerpen yang belum beres. cerpen yg dikumpulin itu sih bukan cerpen pertamaku, krn sejak jaman SMP, aku sering juga tulis-tulis disimpan di draft email hp. Tapi krn hp nya rusak dan waktu itu aku blm pny laptop serta malas nulis, akhirnya itu ceritanya ilang.

Nah, di hpku yg sekarang juga ada cerpen bersambung yang tiap mau aku ketik dan edit ulang, rasanya malas banget.

Selain malas, aku juga gak PD buat ngasihin cerpen2 basi-ku. Isinya gitu2 doang sih soalnya.
Tapi kemudian suatu hari aku nntn asmanadia dan 2 orang penulis lainnya(gak tau namanya siapa) di metrotv. Mereka bilang kalo, tiap orang bisa menulis. tiap orang punya ciri khas dalam menulis. Kalo kita gak bisa puitis kaya orang lain gpp itu gak masalah. Yang penting jangan takut untuk menulis. Begitu sih kurang lebih.

orang yang paling rajin baca cerpenku itu Wenda namanya. Dia memberi komentar sedikit, lalu mengoreksi. Bahkan kadang menanti cerpenku lg. Mgkn karena euweuh bacaeun ongkoh cigana, lain krn alus na wkwk.
seperti merasa dihargai :)

nah, biasanya semangat menulis itu bisa muncul tiba-tiba kalau aku abis beres baca cerpen/novel orang lain. ide tiba-tiba banyak gitu. dan jari jari ini menari dengan sendirinya.

Pernah suatu hari dikirim draft novel seorang teman di twitter. novelnya mau terbit dan aku diminta mengkritik isi novel tersebut. setelah aku beres baca, semangatku buat nulis muncul lagi. hihi.

sempet dikasih buku-buku asmanadia juga bikin aku semangat nulis cerita religi. Tapi gak bisa euy, belum bisa mungkin yah hheheh. Aku belum bisa menyisipkan "titik wow" di dalam sebuah kisah. Rasa dimana bikin oranglain hanyut baca kisahku itu aku blm bisa. Hikmah yang mau dipetik dari kisah itupun kadang gak ada. hahaha boloho.

Yang jelas aku menikmati ini. Mari lanjutkan menulis. Masalah diposting atau tidaknya gak masalah. Menyalurkan kabeuki weh heula nu penting mah ^^

Rabu, 22 Agustus 2012

kedatangannya




Datang sih dia ke rumah, baru dapet cuti katanya. Dan itu pun tidak terencana.

Sesampainya dia di rumahku,
gak ngerasain apapun.
Bahkan sampai tadi pagi dia pamit pulang ke tempat tugaspun aku gak merasa kehilangan.

Sepertinya, aku sedang tidak berselera pada laki-laki yang seumuran denganku.
hehehehe......

Yang paling ingat, pas ketemu lagi dia bilang gini "kamu kok kurusan?"
zzzzzz

20 Agustus 2012


Gak pernah nyangka dia bisa berubah secepat ini. Seperti sudah malas? atau lagi lagi cuma perasaanku saja? hahaha cape deh. yang jelas aku tak seharusnya terus-terusan menyiram bunga ini. sementara di sebelah sana,tak menginginkan bunga ini mekar. Giliranku kah kali ini?

·         Jika melupakanmu adalah seumpama puncak bukit, maka aku akan menempuhnya, walau kaki harus berdarah-darah.
·         Jika melupakanmu adalah tepi malam, maka aku hanya ingin terlelap tuk terbangun kala semuanya menjadi terang, hilang….
·         Jika melupakanmu adalah menghapus tulisan di pasir, maka akan menjadi ombak kuat hingga mampu mencapai tepi pantai…
·        Jika melupakanmu adalah memindahkan bukit, maka aku akan melakukannya, walau harus satu demi satu batu ku angkut.
-@7_bintang


20 Agustus 2012

Jumat, 17 Agustus 2012

..

Kamu memang punya hak untuk melupakanku, tapi jangan lupakan tanggung jawabmu menjaga  perasaanku karena telah membuatku jatuh cinta.  ~ @ngKongParto

Kamis, 16 Agustus 2012

Insyaa Allah, bisa!


                “Rasa suka itu mungkin muncul karena adanya interaksi yang intens. Kalo ta’aruf yang syar’I lewat perantara in syaa’ Allaah ga saling menyakitkan meski ga sampe pelaminan karena ada qadarallah di situ. Si perempuan ga banyak berharap semu. Juga laki-lakinya.”

                Begitulah isi sms dari seorang teman yang setiap dibaca, dihayati, selalu membuat lutut lemas, mikir, kemudian tersenyum kecil.
                Yak, bagiku pribadi, gagalnya proses ta’aruf rasanya tidak sesakit kejadian “kemarin”.
Kemarin itu benar-benar seperti naik roaller coaster. Aku terbang, naik ke atas, tersenyum, kemudian seketika dihempaskan ke bawah, teriak, naik lagi, dihempaskan lagi, seringnya begitu. Aku menikmatinya. Tapi terkadang aku juga ingin berhenti.
                Ini bukan berarti kejadian ‘kemarin’ tak ada indah-indahnya. Bukan. Kuhaturkan banyak terimakasih, karena telah mengisi dan membuat kenangan di hatiku.
                Aku tau, ‘kemarin’ dia serius. Sangat malah. Dengan, dia bilang ingin mendatangi ayahku secara langsung. Dan Salahku,,,, tak memberi (atau mungkin belum memberi) kesempatan untuk itu. Karena waktunya benar-benar bersamaan dengan yang ta’aruf. Bingung.
                Sedang pada yang ta’aruf ini, sekalipun merasa srek. Tapi karena komunikasi yang tidak intens (tidak boleh), saat gagal pun rasanya tidak “nyeri”. Tidak seperti patah hati.
                Kemudian, aku berhenti sejenak. Duduk dan merenung. Sempat berfikir untuk membatasi obrolan atau komunikasi dengan semua lelaki. Demi menghindari “perasaan” yang tidak semestinya ada. Tapi setelah dipikirkan kembali, Aku Gak Bisa. Beberapa teman lelaki yang biasa aku jadikan tempat curhat itu ya lelaki yang benar-benar bisa memposisikan dan mengerti aku harus bagaimana. Menasehati agar semakin mendekatkan diri ke Allah. Itu yang aku butuhkan. Akhirnya ku urungkan niatku.
                Sempat juga berfikir untuk tidak berpacaran. Ambil saja hatiku diam-diam. Berdoalah kepada Allah agar Allah menanamkan rasa yang sama padaku. Lalu datang dan utarakan niatmu pada ayahku. Ambil juga hati ayah dan ibuku. Jangan banyak  bicara tentang perasaan padaku. Toh kalopun berjodoh, Allah pasti melancarkan segalanya.
                Jatuh cinta itu indah, Sangat indah. Bila ditempatkan pada posisi yang benar dan ditujukan pada orang yang halal.

Semoga bisa!!!!! Semoga Allah mengistiqomahkan niat baikku ini. Aamiin.

selintas



“Praaaaaang….. Praaaaaaang…….”

Mendengar suara itu ingatannya kembali menerawang jauh ke masa lalu. Usia berapa diapun tak ingat pasti. Usia dimana semua manusia tak bisa mengingat semua, hanya “moment-moment” tertentu saja yang terekam di ingatannya. Tak sengaja.
Kemudian terbangun dari lamunan, dan berfikir bahwa pernikahan tak hanya dimana kita hidup bersama pasangan selama setahun, 2tahun, 3tahun,  4tahun, 5tahun atau 10tahun… lebih daripada itu. Di tahun ke 20? Di tahun ke 30?
Tahun dimana tingkat kejenuhan mulai meraja, usia tak lagi muda, kecantikan wanita yang semakin pudar…. hhhhhh…. Betapa kelamnya mungkin jika saat itu rumah tangga tak dilandasi dengan agama. Semua harus dikembalikan ke niat awal dan tujuan menikah, mencari ridho Allah.
Lalu dia berfikir lagi, lelaki seperti apa yang kan menjadi imamnya nanti? Semoga tak ia dapatkan lelaki yang berlalu dan abai ketika fisiknya mulai tak seperti sekarang.

“udaaaaaaah…. Udaaaaahhhh.. sabar…..” lalu dia menangis dan memeluk kedua anak kecil itu.
                Dan kemudian tersadar kembali, “kakak macam apa aku ini?” :”)


5 Agustus 2012